Senin, 31 Oktober 2011

New Media part 1

Kita perlu kerangka teori baru yang memungkinkan kita untuk memahami dan menghargai baik fitur positif dan negatif dari usia media kita saat ini. Ini berarti bahwa pemahaman kritis dari lapangan adalah penting jika kita ingin menghasilkan pendekatan teoritis canggih. Teori Media Baru masih dalam tahap awal pengembangan dan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan dan memperluas beberapa argumen dasar yang ditetapkan di sini dan di tempat lain dalam buku ini. Namun, saya berharap bahwa apa yang jelas sekarang adalah bahwa sejak yang konsepsi, media telah dianalisis dan diuji melalui kebanyakan seluruh beragam sekolah, teori dan metodologi. Daud Bell menunjukkan dalam bab berikut, kompleksitas teoritis yang melambangkan New Media bahkan mungkin mencerminkan keadaan bermain dalam penelitian Bersih dan Web saat ini, menunjukkan keterbukaan New Media untuk “memotong dan paste “ berbeda metode dan pendekatan teoritis bersama-sama. Jika kita menghargai apa pendekatan-pendekatan teoretis baru ke New Media. Kita pertama menguraikan cara media yang cenderung dianalisis dan menjelaskan historis. Hal ini karena, bukannya sistematis menggulingkan tren sebelumnya, pendekatan-pendekatan teoretis baru yang pasti sebuah pembangunan dan reaksi dengan cara media telah dipahami dan berteori di masa lalu. Teori Media Baru masih dalam tigkatan yang dini dalam pengembangannya dan masih banyak tugas untuk dilakukan untuk memperpanjang dan memperluas beberapa pendapat dasar yang dimaksud di sini, dan di buku manapun. Bagaimanapun, saya berharap bahwa apa yang jelas sekarang ini adalah bahwa sejak penggambarannya, media telah dinalisis dan diperiksa melalui bermacam-macam sekolah, teori-teori, dan metodologi-metodologi, dengan jumlah yang berlebihan. Saya berharap bahwa dengan pengaturan yang sederhana beberapa dari ini dalam konteks ‘modernist’ dan ‘postmodern’, dapat dibantu untuk mengklarifikasi banyak `perdebatan pokok yang terjadi di dalamnya dan di sekitar bidang ini secara keseluruhan. Meskipun bab lainnya dalam buku ini tidak dimaksudkan secara eksplisit untuk modernism atau postmodernism, bab lainnya akan secara jelas memberikan wawasan yang lebih banyak untuk beberapa pengenalan gagasan teoritis dasar. ‘Digital teori’ mungkin belum didisiplinkan dalam kapasitasnya, tetapi kehadirannya akan dirasakan secara menyeluruh dalam buku ini dan ini menjadi jalan untuk kita memahami Media Baru lebih jauh untuk masa mendatang.

PASCA MODERNIS DAN NEW MEDIA

Pasca modern ini dimulai setelah era revolusi industry telah selesai yang ditandai dengan perubahan dalam industrialisasi, yaitu perubahan ekonomi dari perekonomian berbasis manufaktur ke perekonomian berbasis jasa. Sehingga munculah informasi teknologi yang baru, pengglobalisasian pasar financial, berkembangnya jasa dan penolakan industry berat. Dengan adanya perubahan yang sangat signifikan, budaya menjadi berubah, dimana banyaknya masyarakat konsumen sehingga konsumsi dan reaksi sekarang, menentukan pengalaman kita daripada pekerjaan dan produksi. Ini berarti bahwa ‘Budaya konsumen’ datang untuk mendominasi bidang budaya; bahwa pasar menentukan tekstur dan pengalaman dari kehidupan kita sehari-hari. Di dunia PascaModernis ini tidak ada titik acuan di luar komoditas dan setiap rasa teknologi itu sendiri, yang terpisah untuk dialami, sudah mulai menghilang.

Dengan seiringnya perkembangan industry dan masuknya zaman pasca modernism aka media pun berubah. Media tradisional seperti film, gambar, musik, ucapan dan tulis kata, digabung dengan kekuatan interaktif teknologi computer dan komunikasi setelah itu yang paling penting adalah internet. Media baru mengulurkan kemungkinan akses on-demand untuk konten kapan saja dan di mana saja, pada setiap perangkat digital, serta umpan balik user interaktif, partisipasi kreatif dan pembentukan masyarakat sekitar isi media. Apa yang membedakan media baru dari media tradisional bukan digitalisasi konten media ke bit, tetapi kehidupan yang dinamis dari “media baru” yaitu isi dan hubungan interaktif dengan konsumen media. Kehidupan ini dinamis, bergerak, bernapas dan mengalir dengan denyut kegembiraan secara real time. Janji lain yang penting dari New Media adalah “demokratisasi” dalam penerbitan, penciptaan, distribusi dan konsumsi isi media.


sumber : digital cultures_new media

Senin, 03 Oktober 2011

Networking 2

Halo para pembaca ! saya akan melanjutkan pembahasan kita tentang networking, pada kali ini kita akan membahas WiFi dan juga WLAN. Pertama kita harus mengerti dulu apa itu WiFi, WiFi atau Wireless Fidelity merupakan teknologi yang digunakan untuk menhubungkan dua piranti atau lebih untuk saling bertukar data atau informasi.

Dalam perkembangannya wireless menjadi suatu cara untuk koneksi internet tanpa menggunakan kabel sebagai penghubungnya. Kelebihan dalam menggunakan wireless ini akan menghapuskan atau bisa mengurangi penggunakan kabel yang mengganggu pemandangan dan kerumitan saat penginstalisasiannya dan juga dapat diakses dengan mudah hanya dengan mencari sinyal WiFi tanpa harus menghubungkan kabel pada piranti kita, namun kekuranganya kemungkinan akan selalu adanya gangguan sinyal pada piranti nirkabel lainya.

Selanjutnya adalah WLAN ( wireless local area network ) ini bisa disebut merupakan teknologi baru pengembangan dari wireless, dengan jaringan WLAN kita dapat mengakses internet tanpa haris menghubungkan kabel pada piranti yang kita gunakan, dan juga kita dapat dengan bebas berpindah saat melakukan pengaksesan selama kita mendapatkan sinyalnya.

Komponen yang kita perlukan dalam membangun WLAn yang pertama adalah accesss point, perangkat ini akan berfungsi sebagai pengirim, penerima dan buffering antara WLAN dengan wired LAN. Lalu yang selanjutnya adalah extention point yang fungsinya hampir sama dengan reapeter. Dan yang lainya adalah antena dan wireless LAN card.


sumber :

http://adesurya-online.blogspot.com

http://yahoo.com

Selasa, 27 September 2011

Networking 1


Selamat berjumpa lagi pembaca semuanya, setelah sekian lama saya vakum menulis blogg akhirnya saya akan kembali melanjutkan membantu memberikan pengetahuan pada pembaca sekalian. Kali ini saya akan membahas tentang networking.

Pertama mari kita cari tahu dulu apa pengertian dari networking itu sendiri, networking adalah suatu jaringan yang menghubungkan komputer satu dengan yang lainya, untuk mengubungkan komputer ini kita memerlukan topologi yang bisa kita sebut pondasinya.










Network ini juga terbagi dalam 3 bagian yaitu LAN atau Local Area Network yang menghubungkan komputer – komputer dalam suatu area yang terletak tidak terlalu berjauhan atau misalnya hanya dalam satu gedung, lalu yang Selanjutnnya adalah MAN atau Metropolitan Area Network, ini adalah jaringan komputer yang menghubungkan antar komputer dalam range yang lebih luas dari LAN karena jaringan ini mencakup satu kota jaringan ini bisa kita masukan dalam kategori WAN atau Wide Area Network, lalu yang terakhir dan yang paling luas adalah WWW atau World Wide Web, ini merupakan jaringan yang menghubungkan seluruh komputer yang ada di dunia melalui akses internet.

Di atas itu merupakan jaringan berdasarkan geografisnya, kalau menurut fungsinya jaringan terbagi atas Client Server yang berfungsi untuk menyampaikan informasi ke masing – masing server, Server merupakan komputer yang akan meladeni permintaan dari komputer client yang lalu akan meminta informasi ke Client Server, lalu yang terakhir adalah client yaitu komputer yang di gunakan masing – masing user. Ok sekian dulu pembahasan dari saya untuk sekarang, matta ashita neeee (n.n)


Sumber : id.wikipedia.org


Senin, 13 Juni 2011

Yu-Gi-Oh! Duelist Pack Collection Tin 2011


It’s the 10th Anniversary of Yu-Gi-Oh! on TV! Help celebrate by re-living one of the key battles from Yu-Gi-Oh! 5D’s: The war between Yusei and the Dark Signers.

This cool, jet-black tin combines 4 of the Dark Signers’ dreaded Synchro Monsters with 3 packs of Duelist Pack: Yusei 3 and 1 pack of the super-hot Duelist Revolution booster set.

Duelist Pack: Yusei 3 makes it easy to collect some of Yusei’s favorite Monsters, Spells, and Traps, including 8 new cards you can’t find anywhere else. And eachDuelist Revolution pack contains 9 cards from that 100-card set. It’s one of our most popular booster sets from the 5D’s era!

To represent the forces of darkness, each Tin includes 4 Synchro Monsters used by Yusei’s adversaries, the Dark Signers. Three of these are Super Rare reprints of hard-to-find Synchro Monsters: Underground Arachnid, Zeman the Ape King, and Hundred Eyes Dragon. The fourth is a brand new, Secret Rare Synchro Monster, never seen before: Frozen Fitzgerald! This 2500 ATK monster is immune to Spells and Traps while attacking, and if he’s destroyed, you can just Summon him back to the field!

One new Synchro Monster, three more Synchro Monsters, one pack of Duelist Revolution, and three packs of Duelist Pack: Yusei 3. All packed up in a black-as-night Tin reflecting the dark soul of evil itself!

Each Duelist Pack Collection Tin 2011 contains:
  • 1 Frozen Fitzgerald Secret Rare Card
  • 1 Underground Arachnid Super Rare Card
  • 1 Zeman the Ape King Super Rare Card
  • 1 Hundred Eyes Dragon Super Rare Card
  • 3 packs of Duelist Pack: Yusei 3
  • 1 pack of Duelist Revolution
  • 1 Beginner’s Guide
$9.99 Each

Senin, 02 Mei 2011

Kehadiran B dalam Deathnote


Mungkin sebagian dari kalian mengira bahwa gambar disamping adalah L atau Ryuzaki yang diedit agar terlihat sadis, tapi ini bukanlah gambar L yang di edit tetapi memang individuyang berbeda yang memiliki nama Beyond Birthday atau biasai disebut BB.

Masih banyak orang yang tidsk mengetahui keberadaan B ini dalam deathnote bahkan banyak juga fans deathnote yang tidak tahu, ini dikarenakan B hanya muncul dalam novel yang memang tidak beredar di indonesia, maka disini saya akan mengulas tentang B ini.

Berasal dari panti asuhan yang sama seperti L, karena memang dia adalah salah satu kandidat yang akan

menggantikan L sebelum N dan M. Terlahir dengan memiliki mata shinagami yang permanen, tapi dia tidak memiliki shinigami maupun deathnote. Pasti kalian bertanya – tannya kenapa dia bisa memiliki mata shinigami tanpa memiliki shinigami ataupun deathnote ?

Konon, sama halnya dengan deathnote, mata shinigami ini juga dijatuhkan kebumi dengan sengaja oleh para shinigami. Jadi B dapat melihat umura semua orang tanpa harus menukar denagn setengah umurnya.

B memiliki sifat yang sangat sadis, tidak ragu untuk membunuh.tapi semua korbanya adalah yang memiliki umur yang hampir habis. Kenapa dibilang sadis ?? karena orang ini tidak memiliki deathnote maka dia melakukanya manual alias langsung face to face dengan korbanya, bahkan L pun menjadi salah satu targetnya.


Memiliki wajah yang mirip dengan L dan kebiasaan yang sama dengan L juga, bahkan dalam beberapa kesempatan dia berpura – pura menjadi L. Amat sangat menyukai selai straw

beri ( karena mirip darah kali ye hehehe ).

Namun pada akhir kisahnya B ini harus mati juga di tangan Kira yang mengetahui keberadaan B ini. Sesunggguhnya selain B ada satu lagi penerus L sebelum N dan M muncul, yaitu A ( ga tau namanya sapa hehe ) tapi A ini bunuh diri karena depresi tidak kuat menjadi penerus L. Secara pribadi saya lebih suka pada B ini karena kesadisanya melebihi Kira hehehe

Jumat, 15 April 2011

Kegelisahan

Di dunia ini tidak ada seorang manusia pun yang tidak merasakan kegelisahan. Kalau kita melihat seluruh makhluk yang hidup di muka bumi ini akan kita dapati bahwa manusia dengan tabiatnya senantiasa dipengaruhi oleh kompleksitas ketakutan yang menuntunnya ke ambang kegelisahan.

Orang-orang di sekeliling kita—bahkan dalam diri kita sendiri—, baik besar, kecil, laki-laki maupun perempuan, semuanya merasakan ketakutan atau kegelisahan; kegelisahan merupakan fenomena umum dan ciri khas yang hanya dimiliki manusia. Hal ini kiranya memerlukan semacam kesadaran dari kita guna memikirkan kiat-kiat untuk menghindarinya, paling tidak dengan itu kita bisa membayangkan kejadian-kejadian yang belum terjadi dan bagaimana cara menanggulanginya. Sebab pada hakikatnya kegelisahan merupakan reaksi natural terhadap faktor-faktor dan pengaruh-pengaruh internal maupun eksternal.

Tabiat kehidupan dunia adalah penderitaan, kesedihan dan kesusahan. Kondisi-kondisi yang meliputi manusia tidak pernah ‘kering’ dari kesedihan atas masalah yang telah dilalui, atau kegelisahan atas masalah yang sedang menghantui, atau kecemasan atas masalah yang akan diarungi. Ini sesuai dengan firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” [QS. al-Balad: 4]

Setiap orang, sesuai dengan kemampuannya masing-masing, berupaya mengekspresikan kegelisahannya sebagai akibat dari pengaruh-pengaruh emosional reaktif yang dikhayalkan akan mengancam kehidupan atau ketenangannya.

Tentu saja kegelisahan yang dialami setiap orang tidaklah sama, tergantung kepribadian, kebutuhan, keadaan, dan tanggung jawab masing-masing. Di samping kondisi masa kini serta tingkat keberagamaan mereka.

Di masa lalu, marabahaya yang ditakutkan berupa kelaparan, penyakit, perbudakan, peperangan dan bencana-bencana alam yang menggiring manusia kepada kegelisahan. Sementara saat ini terdapat banyak sekali motif yang menjadi pemicu ketakutan. Secara garis besar; seiring dengan komplikasi peradaban, cepatnya laju perkembangan teknologi dan sosial, sulitnya untuk beradaptasi dengan pembentukan budaya yang sangat mengejutkan, perubahan-perubahan besar yang terjadi pada alam atau negara-negara atau setiap individu dari kita, perselisihan dalam rumah tangga, sulitnya mewujudkan keinginan-keinginan pribadi karena godaan-godaan dan cobaan-cobaan hidup yang semakin kuat, lemahnya nilai-nilai keagamaan pada sebagian orang—yang mana ini merupakan faktor terpenting dan utama—, lahirnya banyak ideologi dan konflik, benturan pemikiran dan kebudayaan, bahkan enggannya sebagian orang untuk menjalankan ajaran-ajaran agama, munculnya upaya-upaya untuk menjauhkan agama dari kehidupan manusia serta ketidakjelasan tujuan, seiring dengan itu semua, kegelisahan datang menghimpit banyak orang sehingga ia menjadi penyakit jiwa yang umum terjadi dan sekaligus menjadi pemicu bagi timbulnya penyakit-penyakit jiwa lainnya.

Selain itu, bertambahnya tingkat ketergantungan terhadap dunia berikut materi-materinya telah menjadi ancaman terbesar bagi manusia, yang mana dia menjadi sasaran ‘empuk’ ketakutan dan kegelisahan.

Kegelisahan dan ketakutan yang terjadi secara berulang-ulang—seperti ditegaskan oleh banyak peneliti—akan berakumulasi di dalam diri manusia hingga meluap dan efek-efeknya dapat dirasakan oleh tubuh. Sebagaimana endapan lumpur yang terus-menerus mengikuti alur sungai untuk kemudian berakumulasi secara perlahan di dasarnya, dan ketika kuantitasnya melebihi daya tampung alur sungai tersebut, maka ia akan merubah alur sungai yang membawanya itu sehingga terjadilah banjir yang menyebarkan marabahaya dan kerugian.

Rabu, 13 April 2011

Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menems, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk_yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.

(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.
Pandangan hidup pada dasamya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita - cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia malunur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.